
Hangover
Jongno-gu·Teater Jeong (Eks. Teater M, Eks. Harmoni Art Hall)

Gratis · Jongno-gu Galeri Sejul
Dari Kamis, 20 Agustus 2026 hingga Sabtu, 10 Oktober 2026 Galeri Sesjul Karya Cha Kye-nam selalu bermula dari material, namun akhirnya tidak berhenti pada material tersebut. Serat, sisal, kertas mulberry (hanji), tinta India. Bahan-bahan yang dipilih oleh sang seniman bersifat lembut dan fleksibel, serta terkadang mudah robek dan berserakan. Namun, Cha Kye-nam mewarnai, memutar, dan menumpuk bahan-bahan rapuh ini secara berulang untuk membawanya ke dalam sebuah dunia yang kokoh. Dalam karyanya, material menjadi bentuk, bentuk menjadi waktu, dan waktu tersisa kembali sebagai ruang keheningan. Dalam karya patung serat awal, Cha Kye-nam mewarnai dan mengompresi sisal untuk memperluas potensi serat ke dimensi patung. Benang dan serat bukan lagi elemen dekoratif yang hanya tinggal di atas bidang datar. Hal tersebut menjadi struktur yang berdiri sendiri, menempati ruang, dan berhadapan langsung dengan tubuh penonton. Proses di mana bahan yang lembut memperoleh kehadiran yang kokoh ini adalah titik awal yang penting untuk memahami dunia karya Cha Kye-nam. Dalam karyanya, keheningan bukanlah sekadar ketenangan, melainkan ruang tempat akumulasi waktu dan kontemplasi berada, dan warna hitam dibaca bukan sebagai warna akhir, melainkan kedalaman yang mengandung penciptaan dan kemungkinan. Struktur dan layar yang diciptakan oleh tindakan berulang melampaui bentuk untuk menciptakan ruang tunggal di mana hidup dan mati, keberadaan dan ketidakadaan, serta ada dan tiada berdampingan. Sikap ini berlanjut dalam karya-karya setelah tahun 2000 yang menggunakan hanji dan tinta. Sang seniman menuliskan frasa-frasa yang telah ada di dalam hatinya menggunakan tinta di atas hanji, lalu memotong kertas yang berisi tulisan tersebut dan memutarnya seperti benang. Karakter-karakter tersebut kehilangan bentuknya tetapi tidak sepenuhnya hilang. Mereka tetap ada sebagai jejak titik dan garis, menjadi lanskap lain di atas layar. Tindakan menempelkan benang-benang yang dibuat dengan cara ini satu per satu ke layar bukanlah sekadar metode produksi, melainkan proses asketis yang mengumpulkan waktu melalui pengulangan. Sang seniman menyebut ini sebagai tindakan mengontrol sendiri keinginan untuk menggambar dan berkonsentrasi pada tindakan itu sendiri dalam keadaan pikiran yang kosong (musim). Layar yang diciptakan oleh warna hitam dan putih tampak seperti lanskap lukisan tradisional, atau menyerupai lapisan memori. Di dalamnya, kita menghadapi ketegangan yang tenang antara apa yang terlihat dan tidak terlihat, apa yang hilang dan apa yang tersisa. Pameran ini tidak berhenti pada pameran retrospektif kehidupan sang seniman. Sebaliknya, ini adalah tempat untuk melihat bagaimana karya-karyanya memperoleh makna baru dalam waktu hari ini, dan mereka yang melihat karya-karya tersebut melampaui apresiasi karya untuk mengalami waktu dan ruang seniman yang terakumulasi di dalamnya. Ungkapan "Suatu hari, mungkin" memiliki rasa kedatangan yang belum berakhir. Suatu hari, mungkin, kita akan bertanya lagi di depan karya Cha Kye-nam. Apa yang hilang dan apa yang tersisa? Bagaimana keheningan menjadi sebuah bentuk? Apa yang lahir kembali dalam warna hitam? "Bagaimana hal yang tidak terlihat itu ada" Pada titik ini, kami berniat untuk menyoroti kembali arti karya artistik seniman Cha Kye-nam dengan cara yang baru.
Jongno-gu Galeri Sejul
Petunjuk arah dengan Google MapsBelum ada ulasan. Jadilah yang pertama berbagi.
Tulis sedikitnya 10 karakter. Iklan dan tautan akan ditolak.

Jongno-gu·Teater Jeong (Eks. Teater M, Eks. Harmoni Art Hall)

Jongno-gu·JTN Art Hall
![Poster Shear Madness [Daehakro]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF241378_260618_130555.gif)
Jongno-gu·Content Box (Eks. Lemaire Theater)

Jongno-gu·JTN Art Hall (Eks. Daehangno Arts Madang)

Jongno-gu·Parang Theater (Eks. Dohyang Art Hall, Eks. Mudis Hall)
![Poster Pesulap yang Memasak [Daehakro]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF151901_241219_103733.gif)
Jongno-gu·Teater Matissneun

Cheongju-si·Museum Seni Rupa dan Kontemporer Nasional Cabang Cheongju

Taman Grand Seoul

Museum Nasional Korea
Yongsan-gu·Galeri Yunani dan Roma Kuno, Aula Pameran Permanen Museum Nasional Korea
Saha-gu·Museum Seni Kontemporer Busan
Haeundae-gu·Museum Seni Kota Busan
![Poster Seniman Media AI Kelas Dunia [Pameran Tetap Pertama Refik Anadol]](/img/cc78601fffe49fa1-card.webp)
Yeongdeungpo-gu·Lobi Sisi Timur Lantai 1 Gedung 63 Yeouido

Jongno-gu·Teater Jeong (Eks. Teater M, Eks. Harmoni Art Hall)

Jongno-gu·JTN Art Hall
![Poster Shear Madness [Daehakro]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF241378_260618_130555.gif)
Jongno-gu·Content Box (Eks. Lemaire Theater)

Jongno-gu·JTN Art Hall (Eks. Daehangno Arts Madang)

Jongno-gu·Parang Theater (Eks. Dohyang Art Hall, Eks. Mudis Hall)
![Poster Hati-hati, Kerudung Merah! [Cheongju, Sejong]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF150471_200629_135159.gif)
Cheongju-si·Teater Kecil Soenaegol