![Poster Seniman Media AI Kelas Dunia [Pameran Tetap Pertama Refik Anadol]](/img/cc78601fffe49fa1-card.webp)
Seniman Media AI Kelas Dunia [Pameran Tetap Pertama Refik Anadol]
Yeongdeungpo-gu·Lobi Sisi Timur Lantai 1 Gedung 63 Yeouido

Berbayar · Usia 7 tahun ke atas · Yeongdeungpo-gu Youngsan Art Hall
[Pengenalan Pertunjukan] Franz Liszt Epik Liszt 〈Via Crucis〉 Musik Religius Liszt yang Paling Dramatis Tanpa Kemewahan 《Via Crucis》 karya Liszt adalah musik religius yang menggambarkan perjalanan Yesus Kristus dari saat Ia dijatuhi hukuman mati dan memikul salib hingga dimakamkan. Terdiri dari intro dan 14 perhentian Jalan Salib, karya ini memadatkan makna penderitaan dan welas asih manusia, kematian, dan keselamatan selama sekitar 30 menit. Meskipun karya ini menangani peristiwa dramatis, karya ini tidak mengandalkan kemewahan eksternal atau ekspresi emosional yang berlebihan. Liszt melepaskan warna orkestra yang cemerlang dan kepedihan romantis, dan menggambarkan penderitaan Yesus melalui melodi sederhana, harmoni yang terkendali, disonansi, dan keheningan yang panjang. Karena kemewahannya dihilangkan, penderitaan justru datang secara lebih langsung, dan keheningan antar nada meninggalkan resonansi religius yang lebih dalam daripada kata-kata. 《Via Crucis》 adalah karya yang merangkum dunia religius dan musik yang dicapai Liszt di paruh kedua hidupnya. Ia mulai menyusun gagasan pertama untuk karya ini pada tahun 1866, dan secara konkret mewujudkan struktur karya antara tahun 1876 dan 1877. Setelah menyelesaikan karya tersebut di Tivoli dekat Roma pada tahun 1878, ia merevisinya beberapa kali dan menyelesaikan bentuk akhirnya untuk paduan suara dan organ di Budapest pada Februari 1879. Karya ini menggunakan himne Latin abad pertengahan, ayat-ayat Penderitaan dari Alkitab, dan koral Lutheran Jerman. Khususnya, melodi koral yang dikenal luas melalui 《St. Matthew Passion》 karya Bach dikutip, di mana tradisi musik gereja yang sudah lama ada dan bahasa musik akhir yang berani dari Liszt bertemu dalam satu karya. Namun, dunia penerbitan pada saat itu menganggap karya ini terlalu radikal dan menyimpang dari bentuk musik religius yang sudah ada. Liszt mendorong penerbitannya semasa hidupnya tetapi tidak diterima, dan karya tersebut telah lama tidak dapat dimainkan dengan baik. Hari ini, 《Via Crucis》 dievaluasi sebagai mahakarya representatif dari akhir masa Liszt yang menunjukkan harmoni masa depan dan estetika keheningan. Ziarah ke 14 Situasi Salib yang Dipimpin oleh Pembacaan dan Musik Panggung ini tidak hanya berhenti pada memainkan karya tersebut. Pembacaan yang khusyuk yang menjelaskan setiap adegan salib dan penderitaan Yesus serta batin manusia dilanjutkan bersama dengan musik. Dalam intro 'Vexilla Regis', garis besar salib muncul dalam kegelapan, dan di 14 perhentian berikutnya, jalan penderitaan terbentang mulai dari hukuman mati, memikul salib, tiga kali jatuh, pertemuan dengan Bunda Suci, bantuan Simon, Veronica, para wanita Yerusalem, ditelanjangi, disalibkan, hingga kematian dan pemakaman. Pembaca tidak menafsirkan setiap adegan secara panjang lebar. Ia membimbing penonton untuk memasuki adegan dalam musik melalui kalimat pendek dan terkendali seperti, "Tuhan yang tidak berdosa tidak membela diri dan berdiri di hadapan penghakiman manusia", "Dunia mengikat tubuh Tuhan tetapi tidak dapat mengikat cinta". Dengan bersatunya paduan suara, organ, piano, pembacaan, gerakan, dan cahaya, penonton diundang bukan hanya sebagai penonton pasif, tetapi sebagai makhluk yang berjalan bersama di Jalan Salib. Bahkan setelah perhentian ke-14 yang terakhir berakhir, musik tidak langsung mengarah pada tepuk tangan atau akhir yang dramatis. Panggung tetap dalam keheningan, meninggalkan waktu bagi penonton untuk merenungkan sendiri makna penderitaan, kematian, penantian, dan iman. Kekuatan khusus dari karya ini adalah membuat penonton menunggu cahaya di baliknya tanpa menggambarkan kebangkitan secara langsung. Paduan Suara Kodaly dan Semangat Nasional Hungaria Ini disiapkan sebagai panggung yang memperkenalkan musik nasional perwakilan Hungaria dan Korea bersama-sama. Mengikuti meditasi religius Liszt yang mendalam dan soliter, ini adalah komposisi di mana bahasa dan kehidupan bangsa meluas ke dalam nyanyian komunitas. Sebagai musik Hungaria, **《Pange Lingua》** dan **《Ave Maria》** karya Zoltán Kodály akan dimainkan. Ini adalah karya yang menonjolkan teknik paduan suara kontrapuntal yang sederhana namun ketat dan harmoni yang terkendali yang khas dari Kodály. Alih-alih efek yang mencolok, suasana religius yang saleh dibentuk melalui kemurnian dan kedalaman batin dari suara manusia. Di bawah keyakinan bahwa "musik adalah milik semua orang", Kodály melihat lagu rakyat sebagai ibu pertiwi musik bangsa. Lagu-lagu paduan suara miliknya diresapi dengan intonasi alami dan aliran melodi lagu rakyat Hungaria, dan mengangkat bahasa musik asli bangsa ke tingkat paduan suara seni yang tinggi. Dalam pertunjukan ini, Liszt dan Kodaly diperkenalkan sebagai komposer dari era yang berbeda, tetapi musik keduanya terhubung secara alami pada titik sejarah dan keyakinan Hungaria, penderitaan manusia, dan semangat komunal. Lagu Rakyat Nasional Korea yang Bersinar Melalui Waktu Dipenuhi dengan lagu-lagu rakyat nasional yang telah lama dicintai oleh orang Korea. 《Pionir》, 《Hidup di Gunung Biru》, 《Ladang Jali》, 《Gunung Geumgang yang Dirindukan》, 《Apakah Kekasih Datang》, dan 《Menuju Negeri Harapan》 akan dimainkan dengan paduan suara dan piano. Karya-karya ini bukan sekadar kumpulan lagu-lagu lama, tetapi catatan musik di mana sejarah, alam, kerinduan, dan harapan rakyat Korea terakumulasi. 《Pionir》 menyanyikan tekad dan semangat yang kuat terhadap negara dan bangsa, sementara 《Hidup di Gunung Biru》 menyanyikan keinginan murni manusia untuk hidup di alam. 《Ladang Jali》 berisi kenangan hangat tentang ladang kampung halaman dan suasana kehidupan yang sederhana, sementara 《Gunung Geumgang yang Dirindukan》 menyampaikan kerinduan yang mendalam akan gunung dan sungai indah yang tidak dapat dikunjungi karena perpecahan. 《Apakah Kekasih Datang》 mengekspresikan emosi penantian melalui melodi yang halus dan liris, sementara 《Menuju Negeri Harapan》 dengan penuh semangat menyanyikan tekad komunitas untuk mengatasi cobaan dan bergerak menuju masa depan yang lebih cerah. Khususnya, lagu seni Korea tidak berakhir dengan penampilan paduan suara di atas panggung saja. Sesuai dengan karakteristik lagu, lagu ini menggabungkan vokal solo dan paduan suara, dan pada bait terakhir, penonton bernyanyi bersama untuk membuat seluruh tempat pertunjukan menjadi satu komunitas paduan suara raksasa. Latar belakang penciptaan karya dan arti lirik juga diperkenalkan melalui komentar. Ini menunjukkan filosofi musik Seoul Kodaly Singers untuk tidak hanya berhenti pada mengapresiasi lagu seni secara pasif, tetapi membuatnya dinyanyikan kembali bersama-sama dari generasi ke generasi. Pemesanan: Nol Universe http://ticket.interpark.com/Ticket/Goods/GoodsInfo.asp?GoodsCode=26011168 Tempat pertunjukan: http://www.youngsanarthall.com/rb/ Durasi pertunjukan: 1 jam 40 menit Jumlah kursi: 598 Tempat parkir: Tersedia 출연: 조현철, 서유진 등 제작진: 조홍기 등
Yeongdeungpo-gu Youngsan Art Hall
Petunjuk arah dengan Kakao MapBelum ada ulasan. Jadilah yang pertama berbagi.
Tulis sedikitnya 10 karakter. Iklan dan tautan akan ditolak.
![Poster Seniman Media AI Kelas Dunia [Pameran Tetap Pertama Refik Anadol]](/img/cc78601fffe49fa1-card.webp)
Yeongdeungpo-gu·Lobi Sisi Timur Lantai 1 Gedung 63 Yeouido

Yeongdeungpo-gu·Taman Yeouido (68-1 Yeouigongwon-ro, Yeongdeungpo-gu)

Yeongdeungpo-gu·Taman Hangang Yeouido
![Poster Proyek Galeri Tepi Air Seni Publik [Pamerkan Seni Seonyudamdam] Pembukaan Pameran Karya](/img/dd28dc035eeecf37-card.webp)
Kota Seoul
Yeongdeungpo-gu·Taman Seonyudo
![Poster Pertunjukan Perencanaan Yeongdeungpo Art Hall 2026 [Konser Matinee Bersama Geum Nan-sae]](/img/431b0ca8025029fd-card.webp)
Yayasan Kebudayaan Yeongdeungpo
Yeongdeungpo-gu·Teater Seni Yeongdeungpo

Yeongdeungpo-gu·Taman Hangang dan Warisan Budaya Sekitar

Jongno-gu·Teater Jeong (Eks. Teater M, Eks. Harmoni Art Hall)
![Poster Shear Madness [Daehakro]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF241378_260618_130555.gif)
Jongno-gu·Content Box (Eks. Lemaire Theater)

Jongno-gu·JTN Art Hall (Eks. Daehangno Arts Madang)

Jongno-gu·Parang Theater (Eks. Dohyang Art Hall, Eks. Mudis Hall)
![Poster Hati-hati, Kerudung Merah! [Cheongju, Sejong]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF150471_200629_135159.gif)
Cheongju-si·Teater Kecil Soenaegol
![Poster Pesulap yang Memasak [Daehakro]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF151901_241219_103733.gif)
Jongno-gu·Teater Matissneun
![Poster Hati-hati, Kerudung Merah! [Cheongju, Sejong]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF150471_200629_135159.gif)
Cheongju-si·Teater Kecil Soenaegol

Cheongju-si·Museum Seni Rupa dan Kontemporer Nasional Cabang Cheongju
Cheongju-si·Teater Kecil Soenaegol

Taman Grand Seoul
![Poster Nanta [Myeongdong]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF235543_251014_140238.gif)
Jung-gu·Teater Nanta Myeongdong
![Poster Kisah Pencuri Tua [Daehakro]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF186819_260610_143419.gif)
Jongno-gu·Art Forest Art Hall