
Aliran Seni Lukis Modern Daegu
Suseong-gu·Museum Seni Daegu

Gratis · Rutin · Suseong-gu Galeri Paljo
Cho Kyungjae adalah seorang fotografer yang telah menyelesaikan program Meisterschuler di Akademi Seni Münster dan aktif berkarya di Eropa serta Korea. Ia mementaskan ruang aktual dalam sudut pandang kamera yang terbatas seolah-olah seperti lukisan abstrak dan merekamnya melalui foto. Karya Cho Kyungjae berfokus pada eksplorasi halus mengenai ruang, objek, cahaya, dan waktu. Dengan berpusat pada fotografi, ia memanfaatkan berbagai eksperimen media seperti instalasi dan pertunjukan. Melalui penataan ulang dan pementasan ulang objek serta ruang sehari-hari, ia menangkap momen dan tindakan eksistensi yang sering kali kita lewati begitu saja. Khususnya, karyanya merekonstruksi dan merekam ruang serta objek secara abstrak dalam sudut pandang kamera yang terbatas, serta mengungkapkan interaksi halus dan perubahan intrinsik antara objek, ruang, dan waktu. Ia juga mengamati interaksi antara ruang, objek, dan waktu dengan cermat, di mana hasil eksplorasi ini tercermin secara utuh dalam karya fotografinya. Foto-fotonya adalah foto murni yang diambil menggunakan kamera analog dengan memasang ruang nyata dan objek fisik tanpa menggunakan kolase atau penyuntingan digital. Dalam proses ini, objek kehilangan fungsi dan bentuk aslinya, bertransformasi menjadi warna dan bentuk intrinsik materi, serta menciptakan bahasa visual baru. Dalam pameran kali ini, “Invisible Actors (Aktor Tak Terlihat)”, eksplorasi tersebut terungkap melalui ‘pertunjukan aktor tak terlihat’ yang tergelar di dalam kamera, dan menunjukkan bahwa eksistensi itu sendiri sudah merupakan sebuah tindakan. Pengunjung dapat mengalami secara langsung interaksi halus antara objek, ruang, dan waktu melalui karya-karya yang ditampilkan. Cho Kyungjae terus melanjutkan upayanya memperluas karya fotografi ke berbagai media fisik seperti instalasi dan suara, tanpa membiarkannya berhenti pada bentuk yang selesai dengan sendirinya. Seperti pada pameran-pameran sebelumnya, dalam pameran kali ini pun kita dapat melihat proses transformasi dan dekrustasi karakteristik struktural karya fotografi ke dalam format lain. Cho Kyungjae ‘Invisible Actors’ Foto-foto Cho Kyungjae menyerupai sebuah panggung. Dan di atas panggung tersebut, tidak ada seorang aktor pun. Sebagai gantinya, objek, cahaya, dan aliran waktu diberi peran masing-masing untuk menciptakan sebuah adegan secara tenang. Seniman mengikuti proses perubahan cahaya sepanjang hari, dan mengamati dengan cermat pemandangan cahaya yang meresap ke dalam objek. Momen-momen yang ia tangkap bukanlah sebuah pertunjukan yang telah selesai, melainkan waktu latihan yang terus berlanjut, atau percakapan sesaat di mana cahaya menyapa objek-objek. Jika Anda mengamati foto-fotonya dalam waktu lama, akan terlihat kekompakan kelompok yang halus di mana objek-objek tersebut ditata seolah-olah saling menyadari satu sama lain. Ada penjajaran teratur yang menyelaraskan garis dan sudut secara akurat, namun ada pula kekompakan kelompok secara tidak langsung di mana masing-masing objek bereaksi satu sama lain dan membentuk hubungan tanpa merusak sifat aslinya yang unik. Kedua gerakan ini tampak statis dari luar, namun secara internal menciptakan gelombang lambat seperti sinyal yang mengatur adegan. Di bawah pandangan Cho Kyungjae, objek bukanlah sekadar subjek yang memantulkan cahaya. Mereka mendorong dan menarik pemandangan di dalam ruang yang memiliki cahaya, dan dengan tenang menyesuaikan posisi mereka seperti penampil di atas panggung yang mengenali pasangannya. Melalui adegan-adegan ini, seniman mengungkapkan bahwa fakta bahwa objek itu ‘ada’ sudah merupakan sebuah tindakan. Pada saat itu, kamera bukan sekadar alat pencatat, melainkan pengamat sekaligus penonton yang tak terlihat, serta entitas yang menengahi ketegangan tipis antara cahaya dan objek. Oleh karena itu, foto-fotonya mengingatkan kita pada panggung yang kosong, namun memberikan kesan bahwa para aktor tak terlihat di dalamnya terus-menerus saling merespons dan menciptakan adegan mereka sendiri. Adegan tersebut bukanlah gambar yang tetap, melainkan latihan kecil yang dihasilkan oleh napas, cahaya, objek, jarak, dan sudut yang bernapas bersama. Pada titik inilah fakta bahwa foto Cho Kyungjae menyerupai panggung dapat dipahami secara alami. Hal tersebut bukanlah tiruan dari perangkat teater, melainkan karena keteraturan, ketegangan, dan totalitas hubungan yang telah mengalir di antara objek-objek menyusun sebuah panggungnya sendiri. Cho Kyungjae is a photographer who completed the Meisterschuler program at Kunstakademie Munster and has been active in both Europe and Korea. His work revolves around constructing actual spaces within the limited frame of the camera, often transforming them into abstract compositions, which he captures through photography. His work focuses on a subtle exploration of the intricate interactions between space, objects, light, and time. Using photography as his primary medium, along with installations and performances, he experiments with various forms to rearrange and reinterpret everyday objects and spaces. Through this, he captures the inner transformations and subtle interactions of fleeting moments that are often overlooked. His work reconstructs and records space and objects within the limited frame of the camera in an abstract manner, revealing the delicate interplay and inherent changes between objects, space, and time. He also observes these interactions with great care, and these explorations are clearly reflected in his photographic work. His photographs are pure images captured with an analog camera, where physical objects are installed in real spaces without the use of collage or digital manipulation. In this process, objects lose their original function and form, transforming into their intrinsic colors and shapes, thereby creating a new visual language. This exhibition, Invisible Actors , presents these explorations as a 'theater of invisible actors' unfolding within the frame of the camera, demonstrating that existence itself is already an act. Through this exhibition, the audience can directly experience the subtle interactions between objects, space, and time. Cho KyungJae expands his photographic work beyond its finished form by incorporating various physical media, such as installation and sound. As in his previous exhibitions, this exhibition continues to transform and deconstruct the structural characteristics of photography into other formats. Cho Kyoungjae ‘Invisible Actors’ Cho’s photographs resemble a stage―one in which no actors appear. Instead, objects, light, and the passage of time are each assigned quiet roles, composing scenes in their own restrained manner. The artist follows the shifting light throughout the day, observing with care the landscapes it leaves upon objects. What he captures is not a completed performance but an ongoing rehearsal, or the brief moment in which light attempts a small chat with the things it touches. When one lingers on his images, a subtle ensemble choreography among the objects begins to surface. There is a deliberate alignment―a direct, ordered kind of group movement―yet alongside it exists another, more indirect choreography, where each object preserves its own distinct character while gently responding to others. These dual movements, though visually still, generate slow internal waves, as if signaling the continuous negotiation of a scene. Under his gaze, objects are never mere surfaces that re?ect light. They become responsive presences that push and pull the surrounding landscape, adjusting their positions like performers aware of their partners onstage. Through these scenes, the artist reveals that the simple act of an object existing is already a form of action. In such moments, the camera ceases to be a recording device; it becomes an unseen observer, a spectator, and a mediator of the faint tension between light and matter. Thus his photographs evoke a stage stripped of actors yet ?lled with invisible performers quietly responding to one another, each revealing their own ?eeting scene within every-changing natural light. The image is not a ?xed tableau but a small rehearsal shaped by breath, distance, angle, and illumination. In this sense, it becomes clear why his work feels theatrical―not because it imitates drama, but because the order, tension, and relationships already ?owing between things compose a stage of their own.
Suseong-gu Galeri Paljo
Petunjuk arah dengan Kakao MapBelum ada ulasan. Jadilah yang pertama berbagi.
Tulis sedikitnya 10 karakter. Iklan dan tautan akan ditolak.

Suseong-gu·Museum Seni Daegu

Suseong-gu·Museum Nasional Daegu
Suseong-gu·Teater Kecil Suseong Artpia

Suseong-gu·Museum Seni Daegu

Suseong-gu·Museum Seni Daegu

Suseong-gu·Galeri Jeon

Cheongju-si·Museum Seni Rupa dan Kontemporer Nasional Cabang Cheongju

Taman Grand Seoul

Museum Nasional Korea
Yongsan-gu·Galeri Yunani dan Roma Kuno, Aula Pameran Permanen Museum Nasional Korea
Saha-gu·Museum Seni Kontemporer Busan
Haeundae-gu·Museum Seni Kota Busan
![Poster Seniman Media AI Kelas Dunia [Pameran Tetap Pertama Refik Anadol]](/img/cc78601fffe49fa1-card.webp)
Yeongdeungpo-gu·Lobi Sisi Timur Lantai 1 Gedung 63 Yeouido

Jongno-gu·Teater Jeong (Eks. Teater M, Eks. Harmoni Art Hall)
![Poster Shear Madness [Daehakro]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF241378_260618_130555.gif)
Jongno-gu·Content Box (Eks. Lemaire Theater)

Jongno-gu·JTN Art Hall (Eks. Daehangno Arts Madang)

Jongno-gu·Parang Theater (Eks. Dohyang Art Hall, Eks. Mudis Hall)
![Poster Hati-hati, Kerudung Merah! [Cheongju, Sejong]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF150471_200629_135159.gif)
Cheongju-si·Teater Kecil Soenaegol
![Poster Pesulap yang Memasak [Daehakro]](https://www.kopis.or.kr/upload/pfmPoster/PF_PF151901_241219_103733.gif)
Jongno-gu·Teater Matissneun